Rabu, 17 Oktober 2018

    Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh, Puji syukur kepada tuhan kita Allah yang maha esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmatnya, karenanya kita dapat membuat dan mengoreksi tugas kelima mata kuliah islam ini. Yaitu Manusia sebagai makhluk otonom.


    Sebagai makhluk otonom, manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikap, dengan kata lain, ia adalah makhluk yang mandiri. Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan. Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia. Manusia sulit dipahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri. Arti otonom adalah mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya. 

     Dalam kebebasan ini Allah tidak menyia-nyiakan kesempatan kepada makhluknya, Allah menyediakan banyak hal yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup. artinya adalah Allah adil menyiapkan manusia dan makhluk yang lain diberikan nikmat hidup dan dilengkapi sarana dan prasarana dalam menjalani kehidupannya. contohnya adalah udara secara gratis dibandingkan dengan anda saat dirumah sakit maka anda harus membayar udara yang dipasangkan kepada anda. sementara ketika kita sehat allah telah menyediakan udara yang bebas dari polusi untuk biaya hidup kita secara gratis. contoh lainnya adalah air, air pada awalnya itu gratis namun karna ulah manusia itu sendiri yang membuat air tercemar dan harus membayar untuk itu, manusia melakukan kegiatan yang meruntungkan dirinya sendiri karena makhluk sendiri karena sebagai makhluk otonom.

    Nikmat hidup adalah nikmat yang paling mendasar. setelah nikmat hidup ada nikmat akal yang di berikan kepada seluruh manusia dan tidak di berikan kepada makhluk lain. sedangkan makhluk hidup lainnya dalam menjalani hari itu merupakan fitrah seperti apa yang ia dapatkan setelah lahir, walaupun dipelihara oleh manusia tetap merupakan fitrah melalui insting. ketika anak ayam keluar dari cangkang telurnya tanpa di ajari dia akan mencari makan beda dengan manusia, ketika manusia dilahirkan ia harus dimandikan dan diberi makan oleh orangtuanya. pagi-pagi burung keluar mencari nafkah dalam tanda petik, dia tidak punya sawah, tidak punya mall namun burung tetap mendapatkan makanannya. apakah manusia bisa ? tanpa punya sawah, tanpa ke mall, tanpa mempunyai apa-apa bisa mendapatkan makanan ?. manusia di beri akal dan karena itu manusia di utus oleh allah sebagai khalifah dibumi dan menetapkan mana yang baik dan buruk. 

    hanya manusia yang di beri nikmat akal, dan hanya manusia khusus saja yang di beri nikmat hidayah, Nikmat hidayah adalah nikmat tertinggi dari nikmat yang lainnya. karena jika manusia di berikan nikmat hidayah maka dia akan melupakan semua masalah dunia dan hanya terhubung kepada allah, Allhamdulillah bagi kita karena orangtua kita muslim, kita adalah muslim sejak lahir dan sangat mudah bagi kita mendapatkan hidayah dari Allah, asal ada kemauan maka allah pasti akan memberikan hidayahnya kepada kita.  Apakah sekarang kita mempunyai hidayah ? ADA. Hidayah kita selalu ada bagi seluruh umat muslim, Al-Qur'an adalah salah satu hidayah bagi kita. Kita menginginkan hidayah ? JEMPUT Al-Qur'an, Baca Al-Qur'an maka kita akan mendapatkan hidayah.


    Juga ada beberapa nikmat yang diberikan Allah yaitu :

1    1. Nikmat Fitriyah.
Nikmat Fitriyah adalah nikmat yang ada pada diri kita atau personal kita. Misal: Allah memberikan kita hidup ini, tangan, kaki, wajah yang menawan, mata, telinga dan anggota tubuh yang lain. Ini wajib kita syukuri. Dan janganlah angkuh seandainya kita diberikan rupa yang menarik. Syukurilah bahwa itu nikat yang diberikan oleh Allah semata-mata untuk hak-hal kebaikan.

      2. Nikmat Ikhtiyariyah.
Nikmat ini berupa nikmat yang kita peroleh atas usaha kita. Misalnya: Harta yang banyak, Kedudukan yang tinggi, Ilmu yang banyak, Pengaruh yang besar, Posisi, Jabatan, Tanah, Mobil dan lain-lain yang kita peroleh atas usaha kita. Nikmat ini harus kita syukuri. Sedekahkan harta yang kita miliki dan pergunakan ke jalan yang diridhoi Allah. Jika menjadi pemimpin dengan jabatan yang tinggi, jangan kita salah gunakan jabatan tersebut, karena itu semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

3. Nikmat Alamah.
Nikmat alam sekitar kita. Kita tidak bisa hidup jika Allah tidak memberikan nikmat alamiah ini. Misalnya: Air, Udara, Tanah dan lain-lain. Mari kita syukuri semua ini dengan menjaga alam ini dari kerusakan. Menjaga udara dari pencemaran, banyak-banyak menanam pohon dan lain-lain.

4. Nikmat Diiniyah.
Nikmat Diiniyah adalah nikmat Agama Islam. Nikmat Iman. Bayangkan jika kita terlahir bukan dari rahim seorang muslimah? Mungkin saat ini kita menjadi kafir. Maka syukurilah nikmat-nikmat diin yang diberikan Allah kepada kita dengan menjalankan perintah-perintah agama serta menjauhi larangan Allah SWT.

5. Nikmat Ukhrowiyah.
Nikmat Ukhrowi adalah nikmat akhirat. Nikamt inilah yang akan kita petik nanti jika telah dihisab di yaumil mahsyar. Nikmat ini tergantung dari apa yang kita perbuat didunia ini. Jika semua nikmat diatas telah kita terima dan kita syukuri dengan baik, maka nikmat ukhrowi ini yang akan kita dapatkan dan rasakan jika nanti sudah di alam akhirat.

S
          Sebagai Manusia yang selalu diberikan nikmat oleh Allah, Sepatutnya kita selalu mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah terlebih lagi itu adalah nikmat yang diberikan kepada kita, bagaimana cara kita mensyukuri nikmat yang diberikan allah ? 
1    1. Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui hati. Cara bersyukur kepada Allah dengan hati ini maksudnya adalah dengan mengakui, mengimani dan meyakini bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah SWT semata.
2    2. Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui lisan kita. Caranya adalah dengan kita memperbanyak ucapan alhamdulillah (segala puji milik Allah) wasysyukru lillah (dan segala bentuk syukur juga milik Allah).
3    3. Mensyukuri nikmat Allah dengan perbuatan kita. Yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarangNya. PerintahNya termasuk segala hal yang yang berhubungan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah, baik perintah itu yang bersifat wajib, sunnah maupun mubah.


S         sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak trimakasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah... Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

Pages

Popular Posts

Blog Archive