Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi tiap muslim baik itu laki-laki maupun perempuan dan merupakan media pedidikan yang harus terus dijalani sepanjang hayatnya. Dengan iman dan ilmu pengetahuan Allah swt akan meninggikan derajat seorang muslim, sebagimana firman-NYA :Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
Pada tataran iman, manusia sejak awal penciptaannya telah diberkahi oleh Allah dan janji dirinya dengan tauhid. Allah SWT berfirman dalam surat Al-A’Raf ayat 172:
Artinya:
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)". (Q.S. al-A’raf :172).[10]
Kesaksian atas ketauhidan Allah ini terjadi pada saat manusia masih dalam kandungan. Oleh karenanya, sangatlah rasional jika dikemukakan bahwa manusia sama sekali tidak ingat dengan kejadian penting tersebut. Sehingga Rasulullah mengingatkan tentang keharusan adanya pendidikan yang harus dilakukan oleh orang tua. Rasulullah SAW. bersabda:
Artinya:
“Setiap anak diahirkan dalam keadaan suci (benar aqidahnya), kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani”. (HR. Bukhari).[11]
Islam memandang bahwa pendidikan adalah hak bagi semua orang (education for all), baik itu laki-laki maupun perempuan, dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). Rasulullah SAW bersabda:
مِنَالْمَهْداِلىَاللَّهْدِأُطْلُبُوالْعِلْم
“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Kehidupan didunia ini rupanya tidak sepi dari kegiatan belajar, sejakmulailahirsampaihidupiniberakhir. Dalam islam pendidikan telah memiliki rumusan yang jelas baik itu dalam bidang tujuan, kurikulum, guru, metode, sarana, dan lain sebagainya. Semua aspek yang berkaitan dengan pendidikan ini dapat dipahami dari kandungan surat Al-Alaq. Didalam Al-Qur’an dapat dijumpai berbagai metode pendidikan seperti metode ceramah, tanay jawab, diskusi, nasihat, demonstrasi, penugasan, teladan, pembiasaan, karya wiasata dan lain sebagainya. Beberpa metode tersebut dapat digunakan sesuai dengan materi yang diajarkan, dan dimaksudkan demikian agar pendidikan tidak membosankan anak didik.
sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak terimakasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah... Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Artikel ini dikutip dari :
Artikel ini dikutip dari :
https://vifgan.wordpress.com/2013/10/24/pendidikan-sepanjang-hayat/
http://materiilmuku.blogspot.com/2017/07/konsep-pendidikan-sepanjang-hayat.html?m=1

0 komentar:
Posting Komentar