Rabu, 17 Oktober 2018

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh, Puji syukur kepada tuhan kita Allah yang maha esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmatnya, karenanya kita dapat membuat dan mengoreksi tugas ke-empat mata kuliah islam ini. yaitu tentang ibadah Mahda.


Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat, tata cara dan perincian-perinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah[2], adalah :
a)  Wudhu,
b)  Tayammum
c)  Mandi hadats
d)  Shalat
e)  Shiyam ( Puasa )
f)  Haji
g) Umrah

     Apa pernah ada yang berani menambah atau memperbaharui ibadah semacam itu? Jawabannya ada, yaitu Muawiyah. Dalam Sunah Rasulullah ibadah jum’at didahului dengan 2 khotbah, sedangkan sholat 2 Id didahului sholat baru kemudian khutbah. Ibadah cara ini kemudian oleh Muawiyah diubah yaitu tatakala sholat Id, dia melangkah ke mimbar dan memberi khotbah baru kemudian sholat. Oleh para ulama’ pada masa itu telah diingatkan,
“Hai Muawiyah, sungguh engkau melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah” Kemudian Muawiyah menjawab,
“Kalau aku khutbah setelah usai sholat maka tidak ada manusia yang akan mendengarkan khutbahku” sambil berlalu menuju ke mimbar dan ia sungguh telah berkotbah sebelum sholat Id didirikan. Inilah bid’ah yang sesat itu.

     Sholat dengan bahasa Indonesia, seperti yang terjadi di Jawa Timur, itu juga bid’ah dholalah (sesat) karena sholat masuk ke dalam ranah ibadah mahdoh sehingga mengubah dan menambahi aturan di dalamnya termasuk kategori sesat. Bukankah Rasulullah sudah menggariskan “Sholluu kamaa roaitumuuni usholli –sholatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku sholat”. Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip, yaitu:


a, Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. Haram kita melakukan ibadah ini selama tidak ada perintah.
b. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw
c. Bersifat suprarasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at, atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat.
d. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi.

3. Ibadah Ghairu Mahdah
Ibadah ghoiru mahdoh : adalah seluruh perilaku seorang hamba yang diorientasikan untuk meraih ridha Allah (ibadah). Dalam hal ini tidak ada aturan baku dari Rasulullah. Atau dengan kata lain definisi dari Ibadah ghairu mahdhah atau umum ialah segala amalan yang diizinkan oleh Allah. misalnya ibadaha ghairu mahdhah ialahsedekah,  belajar, dzikir, dakwah, tolong menolong dan lain sebagainya.

Prinsip-prinsip dalam ibadah ini, ada 4:
a. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diselenggarakan.Selama tidak diharamkan oleh Allah, maka boleh melakukan ibadah ini.
b. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul, karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid’ah” , atau jika ada yang menyebut nya, segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid’ah, maka bid’ahnya disebut bid’ah hasanah, sedangkan dalam ibadahmahdhah disebut bid’ah dhalalah.
c. Bersifat rasional, ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung-ruginya, manfaat atau madharatnya, dapat ditentukan oleh akal atau logika. Sehingga jika menurut logika sehat, buruk, merugikan, dan madharat, maka tidak boleh dilaksanakan.
d. Azasnya “Manfaat”, selama itu bermanfaat, maka selama itu boleh dilakukan.
Maka segala bentuk kegiatan baik yang ditujukan untuk meraih ridho Allah masuk ke dalam ranah ibadah ghairu mahdah.

B. Ruang Lingkup Ibadah
     Islam amat istimewa hingga menjadikan seluruh kegiatan manusia sebagai ibadah apabila diniatkan dengan penuh ikhlas karena Allah demi mencapai keridhaan-Nya serta dikerjakan menurut cara-cara yang disyariatkan olehNya. Islam tidak membatasi ruang lingkup ibadah kepada sudut-sudut tertentu saja. Seluruh kehidupan manusia adalah medan amal dan persediaan bekal bagi para mukmin sebelum mereka kembali bertemu Allah di hari pembalasan nanti. Islam mempunyai keistimewaan dengan menjadikan seluruh kegiatan manusia sebagai ibadah apabila ia diniatkan dengan penuh ikhlas karena Allah demi untuk mencapai keridaan Nya serta dikerjakan menurut cara cara yang disyariatkan oleh Nya.


     Islam tidak menganggap ibadah ibadah tertentu saja sebagai amal saleh akan tetapi meliputi segala kegiatan yang mengandung kebaikan yang diniatkan karena Allah SWT. Mencakup setiap kegiatan kehidupan manusia. Setiap apa yang dilakukan baik yang bersangkut dengan individu maupun dengan masyarakat adalah 'ibadah menurut Islam selagi mana ia memenuhi syarat syarat tertentu. Setiap apa yang dilakukan baik yang bersangkut dengan individu maupun dengan masyarakat adalah ibadah menurut Islam ketika ia memenuhi syarat syarat tertentu.

Syarat syarat tersebut adalah :
a. Amalan yang dikerjakan itu hendaklah diakui Islam, sesuai dengan hukum hukum syara' dan tidak bertentangan dengan hukum hukum tersebut. Adapun amalan - amalan yang diingkari oleh Islam dan ada hubungan dengan yang haram dan maksiyat, maka tidaklah bisa dijadikan amalan ibadah.
b. Amalan tersebut dilakukan dengan niat yang baik dengan tujuan untuk memelihara kehormatan diri, menyenangkan keluarga nya, memberi manfaat kepada seluruh umat dan untuk kemakmuran bumi seperti yang telah diperintahkan oleh Allah.
c.  Amalan tersebut haruslah dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
d.  Ketika membuat amalan tersebut hendaklah sentiasa menurut hukum - hukum syara' dan ketentuan batasnya, tidak menzalimi orang lain, tidak khianat, tidak menipu dan tidak menindas atau merampas hak orang.
e. Tidak melalaikan ibadah - ibadah khusus seperti salat, zakat dan sebagainya dalammelaksanakan ibadah - ibadah umum.

Ruang lingkup ibadah secara umum adalah:
a) Thaharah,
b) Shalat, termasuk doa, dzikir dan tilawah al-Quran
c) Puasa, termasuk ‘ibadah badaniyyah atau ibadah dzatiyyah
d) Zakat, termasuk ‘ibadah maliyyah
e) Haji, termasuk ibadah ijtima’iyyah
f) Pengurusan jenazah termasuk ‘ibadah badaniyyah
g) Penyembelihan hewan
h) Sumpah dan nazar
i)  Makanan dan minuman ibadah badaniyyah
j)  Jihad, ibadah badaniyyah dan maliyyah
C. Hakikat dan Hikmah Ibadah

Hakikat ibadah ialah ketundukan jiwa yang timbul karena perasaan cinta akan Tuhan yang ma’bud dan merasakan kebesaran-Nya, lantaran beritikad bahwa alam ini ada kekuasaan, yang akal tak dapat mengetahui hakikatnya.

Apabila makna ibadah yang diberikan oleh masing-masing ilmu diperhatkan baik-baik, nyatalah bahwa takrif yang diberikan oleh suatu golongan berpaut untuk menyempurnakannya dengan takrif yang diberikan oleh golongan yang lain.[8]
Hakikat ibadah menurut Imam Ibnu Taimiyah adalah sebuah terminologi integral yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan yang tampak maupun yang tersembunyi.

Dari definisi tersebut kita memahami bahwa cakupan ibadah sangat luas. Ibadah mencakup semua sektor kehidupan manusia. Dari sini kita harus memahami bahwa setiap aktivitas kita di dunia ini tidak boleh terlepas dari pemahaman kita akan balasan Allah kelak. Sebab sekecil apapun aktivitas itu akan berimplikasi terhadap kehidupan akhirat.

Hikmah Ibadah
1. Tidak Syirik. Seorang hamba yang sudah berketetapan hati untuk senantiasa beribadah menyembah kepada Nya, maka ia harus meninggalkan segala bentuk syirik. Ia telah mengetahui segala sifat-sifat yang dimiliki Nya adalah lebih besar dari segala yang ada, sehingga tidak ada wujud lain yang dapat mengungguli-Nya.
2. Memiliki ketakwaan. Ketakwaan yang dilandasi cinta timbul karena ibadah yang dilakukan manusia setelah merasakan kemurahan dan keindahan Allah SWT. Setelah manusia melihat kemurahan dan keindahan Nya munculah dorongan untuk beribadah kepada Nya. Sedangkan ketakwaan yang dilandasi rasa takut timbul karena manusia menjalankan ibadah dianggap sebagai suatu kewajiban bukan sebagai kebutuhan. Ketika manusia menjalankan ibadah sebagai suatu kewajiban adakalanya muncul ketidak ikhlasan, terpaksa dan ketakutan akan balasan dari pelanggaran karena tidak menjalankankewajiban.
3. Terhindar dari kemaksiatan. Ibadah memiliki daya pensucian yang kuat sehingga dapat menjadi tameng dari pengaruh kemaksiatan, tetapi keadaan ini hanya bisa dikuasai jika ibadah yang dilakukan berkualitas. Ibadah ibarat sebuah baju yang harus selaludipakai dimanapun manusia berada.
4. Berjiwa sosial, ibadah menjadikan seorang hamba menjadi lebih peka dengan keadaan lingkungan disekitarnya, karena dia mendapat pengalaman langsung dari ibadah yang dikerjakannya. Sebagaimana ketika melakukan ibadah puasa, ia merasakan rasanya lapar yang biasa dirasakan orang-orang yang kekurangan. Sehingga mendorong hamba tersebut lebih memperhatikan oranglain.
5. Tidak kikir. Harta yang dimiliki manusia pada dasarnya bukan miliknya tetapi milik Allah SWT yang seharusnya diperuntukan untuk kemaslahatan umat. Tetapi karena kecintaan manusia yang begita besar terhadap keduniawian menjadikan dia lupa dan kikir akan hartanya. Berbeda dengan hamba yang mencintai Allah SWT, senantiasa dawam menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT, ia menyadari bahwa miliknya adalah bukan haknya tetapi ia hanya memanfaatkan untuk keperluanya semata-mata sebagai bekal di akhirat yang diwujudkan dalam bentuk pengorbanan hartauntuk keperluan umat.


sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak trimakasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah... Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 



Artikel ini dikutip dari sumber dibawah ini :
1. http://mmeri3328.blogspot.com/2015/03/ibadah-mahdhah.html

Sabtu, 22 September 2018

    Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh, Puji syukur kepada tuhan kita Allah yang maha esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmatnya, karenanya kita dapat membuat dan mengoreksi tugas ketiga mata kuliah islam ini.


    Manusia, Manusia diciptakan oleh Allah untuk menyembahnya, mengagungkannya, dan beribadah kepadanya sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur'an Surah Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi : 

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Kita diciptakan dengan sebuah tugas dari pencipta kita, kita mendapat tugas dari Tuhan kita yaitu untuk beribadah kepadanya, apa arti hidup kita tanpa beribadah kepada Allah ? rasanya sangatlah hampa seakan-akan hidup kita tidak ada gunanya, Namun kenyataannya banyak sekali manusia yang tidak beribadah kepada Allah. Semoga kita dijauhkan menjadi seseorang seperti itu dan kita selalu dibukakan pintu taubat dari Allah swt.

    Mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ibadat (Ibadah) ? Nah disini saya akan menjelaskan mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ibadat, Segala perbuatan yang kita lakukan didunia itu entah saat kita mencari rezki, bersedekah, dan beribadah adalah semata-mata kita mengharapkan ridho' Allah swt, meskipun tidak semua yang kita jalankan itu sesuai dengan kaidah. karena manusia itu adalah tempatnya dosa. Manusia tanpa dosa itu tidak ada karena manusia itu diciptakan memang sebagai tempat untuk dosa. Terkadang kita lupa shalat, kita lupa shalat karena kerja yang keras, kita terkadang lupa waktu sampai melupakan waktu ibadah karena kesibukan dunia kita. Nah dari kesibukan dunia kita, kita wajib meluangkan waktu, mengatur waktu untuk beribadah kepada Allah swt, karena Allah lebih menyukai ibadah manusia daripada ibadah malaikat karena manusia itu diciptakan untuk merubah nasibnya sendiri, artinya manusia menjalani kehidupan dengan keputusannya sendiri tidak seperti malaikat yang diciptakan untuk selalu beribadah dan berdzikir kepada Allah. Allah lebih menyukai ibadah manusia yang dalam dunia penuh kesibukannya masih meluangkan waktu untuk beribadah kepadanya, masih berdzikir kepadanya, dan masih taat kepadanya.

    Manusia juga sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia adalah khalifah di bumi. Namun manusia pula yang akan merawat dan menyebabkan kerusakan di bumi. Semua bergantung pada manusia itu sendiri. Lantas, mengapa manusia bisa menyebabkan kerusakan di bumi padahal sudah jelas diterangkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi ? 

Itu karena yang menempati bumi tidak hanya manusia, melainkan juga makhluk-makhluk lain seperti hewan, dan sejenis jin dan sebagainya. Jin yang senantiasa menyesatkan manusia. Jin yang sudah berjanji kepada Allah, bahwa akan terus menggoda manusia untuk terus berada di jalan yang salah. Mereka yang membisikkan kata-kata negatif yang menjurus pada perbuatan dosa. Nah, sekarang hanya bergantung pada diri kita sendiri. Bagaimana cara kita untuk bisa menahan diri melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, bahkan menjurus ke perbuatan dosa dan bagaimana cara kita untuk tetap memperkuat iman serta menjaga segala perbuatan baik agar senantiasa istiqomah di jalan yang benar.

Tugas dan tanggungjawab manusia sebenarnya telah nyata dan begitu jelas sebagaimana terkandung di dalam Al-Quran iaitu tugas melaksanakan ibadah mengabdikan diri kepada Allah dan tugas sebagai khalifah-Nya dalam makna mentadbir dan mengurus bumi ini mengikut undang-undang Allah dan peraturan- Nya. Dan Allah berfirman :


"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

    Tugas sebagai khalifah Allah ialah memakmurkan bumi ini dengan mentadbir serta mengurusnya dengan peraturan dan undang-undang Allah. Tugas beribadah dan mengabdi diri kepada Allah dalam rangka melaksanakan segala aktiviti pengurusan bumi ini yang tidak terkeluar dari garis panduan yang datang dari Allah swt. dan dikerjakan segala kegiatan pengurusan itu dengan perasaan ikhlas kerana mencari kebahagian dunia dan akhirat serta keredaan Allah.



"Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. Huud 11: 4)"




“Hai manusia, sesungguhnya kamu menuju kepada Tuhan-mu dengan kerja dan usaha yang sungguh-sungguh, maka kamu pasti akan menjumpai-Nya.” (Qs. Al-Insyiqaq 84: 6)



    Saya berikan sebuah gambar saya sebagai motivasi kita beribadah sebagai penutup dari artikel saya ini. Sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak trimakasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah... Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 



Sumber : 
1. https://yuandaaddress.blogspot.com/2016/10/manusia-sebagai-mahluk-ibadat.html
2. https://cakmaryanto.wordpress.com/2012/08/01/manusia-makhluk-ibadah/


Rabu, 19 September 2018

    Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh, Puji syukur kepada tuhan kita Allah yang maha esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmatnya, karenanya kita dapat membuat dan mengoreksi tugas kedua mata kuliah islam ini.


    Allah mengatakan bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya. 

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,"

    Allah mengatakan sendiri dalam Surah At-Tin Ayat 4 menerangkan bahwa manusia itu diciptakan oleh allah sendiri dalam keadaan sebaik-baiknya keadaan. namun bagaimana dengan kondisi orang-orang yang "Tidak baik" ketika lahir ? Pertanyaan ini sudah dijelaskan di surah Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi : 


Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,"

    Allah tidak menciptakan seseorang dalam keadaan yang buruk, namun itu sebagai ujian untuknya dari Allah, Dan allah selalu memberi kebaikan yang setimpal yaitu berupa kelebihan yang tak dimiliki orang lain, karena apa ? karena Allah tidak memberi suatu ujian, atau cobaan yang tidak sanggup dipikul oleh manusia. Artinya adalah Allah tidak pernah sekali-kali memberi cobaan kepada  manusia diluar kemampuan manusia tersebut, kita bisa melihatnya dari kisah hidup kita sendiri, Semua masalah pasti teratasi satu persatu entah dalam jangka waktu yang singkat atau yang lama. Dan jika seseorang mendapat kelahiran yang kurang baik itu juga merupakan ujian bagi kedua orangtuanya, kondisi anak yang terlahir tidak baik bisa dikarenakan perbuatan yang disadari maupun yang tidak disadari oleh orangtuanya, terutama bagi ibu yang sedang hamil harus menjaga perbuatan dan perkataannya selama mengandung anaknya.

    Perbuatan dan perkataan orangtua kemungkinan dapat disalurkan kedalam anaknya, terutama bagi orangtua khususnya ibu yang sedang hamil, bagi ibu yang sedang hamil harus menjaga dan berhati-hati dalam berkata atau berbuat karena mungkin bisa mempengaruhi anak yang dikandung, mungkin ini bisa di sebut mitos, dan banyak yang percaya juga banyak yang tidak percaya namun seorang anak, seorang buah hati akan meniru dan tumbuh selayaknya orangtuanya tumbuh karena pengaruh dari sifat keturunan GEN. contohnya jika pada saat anda muda anda keseringan nakal maka nanti karma akan berlaku... anak anda akan nakal juga dan itu merupakan ujian juga dari Allah swt sebagai pengingat bahwa dahulu kita seperti ini terhadap orangtua kita sendiri, dan juga sebagai ujian untuk bersabar bagi para orangtua. kita kembali lagi pada ibu yang sedang hamil, bagi ibu yang sedang hamil harus berhati-hati dalam berbuat sesuatu apalagi untuk berbuat yang melenceng seperti memfitnah, berbohong, menghina dan lain-lain karena kemungkinan dapat merubah bayi yang dikandungnya, kita ambil saja contoh ada ibu yang hamil menghina seseorang anak yang kepalanya tidak berambut dengan sebutan "botak", dari ucapan-ucapan itu allah bisa memberikan ujian bagi ibu itu dengan kelahiran anaknya yang sama persis seperti orang yang ibu itu hina yaitu tidak berambut sampai si ibu itu menyadari kesalahan-kesalahannya dan bertaubat serta meminta maaf. 

    Mengapa manusia di katakan sebagai makhluk yang sempurna ? Manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang berbeda dari makhluk-makhluk yang lain. Manusia berbeda dengan binatang. Binatang hanya dibekali dengan insting, sedangkan manusia mempunyai akal fikiran, perasaan (Qolbu) dan bentuk fisiknya yang sangat sempurna. Manusia juga berbeda dengan tumbuhan, malaikat, iblis dan makhluk lainnya. Manusia mempunyai emosi yang membuatnya bebas berekspresi, tidak seperti tumbuhan, hewan, gunung, dan alam. 

    Sunnatullah yang merupakan hukum alam, sebenarnya tidak ada hukum alam contohnya seperti hukum rimba, Hukum newton, Hukum Dalton, Hukum Archinedes dan lain-lain itu adalah salah, yang benar adalah hukum Allah yang berada di alam, Hukum Allah yang newton pelajari, Hukum Allah yang Dalton Pelajari, Hukum Allah yang Archinedes pelajari dan lain-lain. seperti yang dikatakan pada materi sebelumnya bahwa Tuhan kita Maha Adil, Allah menaburkan buliran-buliran ilmu pengetahuan ke dunia dan dapat di terima oleh siapa saja yang ingin mencari ilmu, Allah tidak membedakan yang kafir, Atheis, Hindu, Budha, Kristen, Islam, Konghucu, dan lain-lain, Ilmu yang Allah taburkan diberikan kepada siapa saja yang ingin mencari ilmu pengetahuan di dunia ini, karena ilmu pengetahuan akan meninggikan derajat suatu makhluk di hadapan Allah swt. 


     Manusia itu diciptakan oleh allah sebagai khalifah dimuka bumi tugas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ini dapat dipahami dari firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah : 30 yang berbunyi :



“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. “mereka berkata :” Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”  Tuhan berfirman : ”sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. yang berarti Allah sudah mengetahui apa yang akan terjadi bila malaikat maupun manusia yang berada dibumi. dan sebab inilah manusia menjadi khalifah bumi, setelah turunnya firman itu maka malaikat menerima itu dan bersujud kepada manusia pertama (adam) atas perintah allah namun iblis menolak itu, kenapa bukan iblis yang menjadi khalifah dibumi ? kenapa malah manusia, dan bahkan iblis membandingkan penciptaannya yang terbuat dari api sedangkan manusia dari tanah, yang pada akhirnya Allah mengusir iblis dari syurga.

    apa yang membuat manusia itu memiliki keistimewaan untuk menjadi khalifah bumi ? pertanyaan ini sudah dijawab dan dijelaskan pada al-qur'an surah Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi : 

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Dari penggalan Surah di atas dapat diketahui bahwa Allah tidak hanya menciptakan manusia untuk menyembahnya namun Allah juga menciptakan sebangsa jin juga untuk menyembahnya. mungkin kita seringkali mendengar bahwa ada jin yang masuk islam dan ada juga jin yang kafir, kisah ini terbukti dengan kisah rasul yang diceritakan pada saat itu sedang dakwah, menceramahi, membuka majelis bagi para jin. Jadi bukan hanya manusia yang hidup dimuka bumi, namun ada berbagai jenis makhluk yang bersamanya, maka oleh karna itu manusia terpaksa atau tidak harus hidup berdampingan dengan mereka yang semuanya beribadah dan berdzikir pada Allah swt. 

Sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak trimakasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah... Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


Artikel tugas ini mengutip ilmu dari daftar pustaka dibawah ini.
Daftar pustaka : 
1. https://tafsirq.com
2. https://konsultasisyariah.com/21612-dakwah-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-kepada-jin.html

Jumat, 07 September 2018

      Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh, Puji syukur kepada tuhan kita Allah yang maha esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmatnya, karenanya kita dapat membuat dan mengoreksi tugas pertama mata kuliah islam ini.


      Saat kita menuliskan kata BETUL dan BENAR apakah artinya sama ? contohnya seperti "Apakah benar ini jalan menuju kampus bawah undiksha ? - Ya benar", "Apakah betul ini materi yang disampaikan bapak jajang kemarin ? -Ya betul". dari kalimat tanya sebagai contoh di atas apakah artinya sama ? pandangan masyarakat umum akan kedua kata ini adalah kedua kata ini adalah sama namun berbeda tulisan. Kata BETUL dan BENAR sekilas keduanya tampak sama tapi, saat kita menambahkan kata imbuhan Ke - An maka akan membuat kata di atas mempunyai makna dan maksud yang berbeda. KEBETULAN dan KEBENARAN, dari sini kita sudah dapat membedakan kedua kata ini.

      kebetulan dan kebenaran apa yang membuatnya berbeda ? Kebetulan itu adalah suatu "kejadian" yang terjadi secara tidak sengaja, tidak di duga, dan tidak di rencanakan. kebetulan biasanya datang dengan cara yang sekilas atau pendek, kebetulan juga bisa menjadi hal yang positif ataupun negatif, contohnya saja "Hei, tadi saya menemukan sejumlah uang didepan kampus senilai Rp.50.000 lumayanlah untuk paketan hp hehehe - Wah, Kebetulan juga uang saya hilang di depan kampus senilai Rp.50.000." dari sana kita dapat ketahui kebetulan mempunyai sisi negatif dan positif. Bagaimana dengan Kebenaran ? Kebenaran itu adalah sesuatu yang terjadi dan nyata adanya, kebenaran juga terbagi menjadi dua bagian yaitu kebenaran mutlak dan kebenaran saja, kebenaran mutlak hanya milik tuhan yang maha esa, sedangkan kebenaran saja itu belum pasti kebenaran karena terkadang menurut seseorang benar belum tentu di pandangan orang lain itu akan benar juga. karena kebenaran itu sangat sulit dibuktikan secara nyata kecuali kebenaran mutlak yang dimiliki oleh tuhan, contohnya seperti yang disebutkan dalam Al-quran dimana 2 laut bertemu dan tidak saling tercampur, apakah itu ada ? Ada tepatnya di laut mediterania dan laut atlantik di selat gibraltar, tepat seperti apa yang terdapat dalam Al-Qur'an surat Ar-Rahman ayat 19-20 yang artinya "dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, dan diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing" sungguh besar kuasa Allah. sedangkan bagaimana dengan kebenaran saja ? dalam dunia pengetahuan sering kita dengar tokoh yang bernama Charles Darwin yang sering kita panggil dengan darwin. Dia mengemukakan bahwa nenek moyang manusia itu adalah primata sejenis monyet, apakah itu benar ? dengan adanya bukti-bukti ditemukannya fosil-fosil apakah itu memperkuat kebenaran ? bagi dia dan orang yang mempercayai itu, maka itu benar tapi bagi kita orang-orang muslim itu tidaklah benar karena manusia pertama yaitu Nabi adam sudah turun kebumi dengan wujud manusia yang sempurna. teori Charles Darwin ini dibantah oleh Harun Yahya seorang tokoh yang lahir pada tahun 1956. Jadi saya simpulkan kebenaran itu hanya ada dua saja, Kebenaran Mutlak adalah Kuasa Allah tuhan semesta alam, dan kebenaran saja itu bagi makhluk hidup.
    
    jikalau kebetulan hanyalah unsur ketidak-sengajaan, dan kebenaran adalah suatu yang nyata adanya, bagaimana manusia bisa menjelaskan tentang tatasurya ? ras bintang ? padahal masih belum ada yang dapat melihat langsung dan membuktikan langsung tentang apa yang terdapat diluar angkasa sana ? contohnya saja Bintang dan sumber kehidupan kita adalah matahari, dan itu terbukti adanya karena dapat kita rasakan cahaya dan bentuknya dari bumi, Tatasurya kita berawal dan berpusat dari Matahari dilanjutkan dengan merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto (sudah tidak di anggap sebagai planet karena bentuknya yang terlalu kecil sebagai planet), dan kemudian ada kabar baru tentang adanya planet yang baru yaitu planet nebula. Dari mana manusia tahu akan hal itu ? nah disini saya akan menjawab dan menjelaskan pertanyaan dari bapak dosen Drs. Jajang Suryana. M.sn.  bagaimana manusia itu dapat mengetahui seisi tatasurya?. Berawal dari NASA yang sudah mencapai bulan pada tahun 1966 ternyata NASA tidak puas hanya dengan itu, Pada tahun 1977 Nasa meluncurkan satelit Luar Angkasa yang bernama Voyager-1, dan Voyager-2  yang mempunyai misi untuk menjelajahi Planet-Planet luar tata surya seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Jadi planet-planet di tatasurya kita sudah pasti adanya dengan bukti penjelajahan dari satelit Voyager 1-2, dan setelah misi dari kedua satelit ini tuntas mereka berjalan menjauh dari bumi mengarungi angkasa menuju "interstellar space" yaitu ruang maha luas yang berada diruang antar bintang, singkatnya keluar dari tatasurya kita. dikutip dari forum kaskus tentang Benda buatan manusia yang paling jauh dari bumi. BISA CLICK DISINI!.

    Tuhan kita Maha Adil, Allah menaburkan buliran-buliran ilmu pengetahuan ke dunia dan dapat di terima oleh siapa saja yang ingin mencari ilmu, Allah tidak membedakan yang kafir, Atheis, Hindu, Budha, Kristen, Islam, Konghucu, dan lain-lain, Ilmu yang Allah taburkan diberikan kepada siapa saja yang ingin mencari ilmu pengetahuan di dunia ini, karena ilmu pengetahuan akan meninggikan derajat suatu makhluk di hadapan Allah swt.

    Sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak trimakasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah... Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


Artikel tugas ini mengutip ilmu dari daftar pustaka dibawah ini.
Daftar pustaka : 
Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

Pages

Popular Posts

Blog Archive